Masa Adven Ketiga
Perempuan :
Bulan bulat dalam purnama indah sekali, Alam tebar pesona, dalam senyum sang pujangga,
Panorama biru, indah dalam buaian kata, Desember, wangi nian aura cintamu
Kita telah memasuki minggu ketiga, bulan desember kanda
Penantian ini, adalah ciuman untuk bayi, yang kini siap lahir dari rahim cintamu
Lelaki
Purnama, adalah kesempurnaan asmara rahasia cinta dalam ayat-ayat Ilahi
Roh kehidupan, merekah dalam janji suci, Dinda, desember ini anak kita akan lahir
Oh indahnya cinta, ketika menjelma dalam diri manusia
Persiapankan kain lampin, perapian dan pelaminan
Biar bayi kita senantiasa tidur dalam dekapan kehangatan
Perempuan
Aku telah bersiap kanda, kerinduan akan lahirnya bayi itu
Bagitu rela aku mempersembahkan semua milikku
Bukankah kita sudah berjanji, kemesraan antara kita adalah bayi tercinta
Laki-perempuan bergantian
Bara cinta adalah puncak harapan, Bara cinta adalah jamahan kasih dua insan
Bara cinta adalah cakrawala, bara cinta adalah puisi pelangi
Perempuan:
Kanda, ingatlah di depan gereja tua, diantara rerimbunan pohon cemara ?
Sambil kau remas jemari tanganku, kau berkata: Kita ingin, anak kita menjadi putra harapan
Aku memang ingin hidup seperti bunda Maria : Ada Yesus sebagai buah tubuhnya
Anak perjanjian yang memberi harapan segenap pengharapan
Aku ingin, anak kita menjadi hari depan, menjadi putra harapan yang berguna untuk sesama
Menjadi putra yang peka terhadap penderitaan, menjadi putra yang rela berkorban untuk kebersamaan
Lelaki :
Aku ingin sebagai bapa Yosef, Bapa batu penjuru yang setia pada janji
Menghormati keabadian cinta, kasih sayang untuk sang putra
Bersama :
Desember adalah bunga-bunga, sematkan di dada, Disitulah cinta bersemayam
T. Pudjo
Filed under: Liturgi