Simitzhu tersesat

suatu hari Simitzhu bersama rombongan pergi ke sebuah gunung yang terkenal dengan keindahannya. Gunung itu bernama Gunung Murai. Nama gunung itu sesuai dengan keadaannya yang masih banyak sekali burung Murainya. selain dihuni banyak sekali burung Murai, di gunung itu juga banyak pohon besar dan rindang.

Simitzhu dan sepeda barunya

suatu hari Simitzhu dibelikan sepeda baru oleh orangtuanya. ia sangat senang sekali. suatu hari ia bermain di halaman rumahnya. ketika ia bermain, datanglah seorang temannya yang bernama Redichu. Redichu belum pernah punya sepeda. oleh karena itu ketika melihat simitzu naik sepeda ia kepengin sekali meminjam sepeda simitchu.

narasi untuk mengiringi tumpeng ultah

rep sidem permanen

tan ana bawa tan ana suara

semua diam, semua sunyi

begitulah awal penciptaan

di sana ada awal kehidupan

di sana ada pesona keindah

di sana ada pengharapan

meski Ciptaan Adam dan Hawa

larut dalam reruntuhan dosa

bukanlah akhir dari perjalanan umat manusia

anugerah itu selalu hadir

lewat warta kenabian

manusia diperkenankan

tetap memiliki pengharapan

memperbaharui hidup

mengolah hidup

dalam sebuah rencana akbar

bagaimana manusia harus membangun sejarah hidupnya

Peristiwa turunnya roh kudus

Adalah hakekat terbukanya peradaban

Bahwa beragam bangsa berhak memuliakan

Peristiwa turunnya roh kudus, adalah pemberian hak multicultural

Keragaman suku, bahasa, menjadi warna tercipta untuk kebersamaan pengabdian

Ada firman berbunyi :

Kembangkanlah kerajaanKu  sampai ke ujung bumi

jadikan semuabangsa  itu muridku

Ada gereja kecil

di tengah desa  Minomartani

betapa nafas kebersamaan

diantara keragaman itu

tergambar jelas di tempat ini

Ada Jawa, Ada Bali, Dayak, Batak, Ambon, Manado, timor, Nias, Aceh,

Semua temeram dalam satu sumpah prasetya mewujudkan satu bangun gereja yang kudus dan Am

Perbedaan itu begitu terasa satu

ketika mereka bersimpuh di altar

begumul bersama tentang kehidupan

Tujuh tahun perjalananmu

adalah warna pelangi yang menancapkan kakinya

pada satu cakrawala hari depan umat manusia

Dari  tempat ini tak pernah berhenti

Melakukan ajakan membawa manusia

Kembali segambar dengan Allah

Ya, dari tempat ini semua memuji

Berbakti dalam satu janji mengembangkan

KerajaanMU, berbagi dengan sesama

Menghormati yang papa

Menjunjung  tinggi martabat manusia

Atas nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

1 Tawarikh 29:10-19

1 Tawarikh 29:10-19

’Mempersembahkan dengan rela dan tulus hati’

Dalam bacaan hari ini, kita melihat bahwa Daud dan rakyatnya memiliki sikap hati yang rela dan tulus ikhlas ketika memberikan persembahan kepada Allah. Nampaknya, hal itu dapat terjadi, karena: Pertama, Daud dan rakyatnya menyadari bahwa Allah-lah pemilik segala sesuatu, (ayat 11). Kedua, Daud dan rakyatnya menyadari bahwa segala yang ada pada mereka adalah pemberian Allah, (14b,16). Ketiga, Daud dan rakyatnya meyakini bahwa Allah berkenan pada hati yang tulus ikhlas dalam memberikan persembahan.

Hari ini kita membawa persembahan kepada Tuhan. Ada diantara kita yang membawa salak, pepaya, pisang, ketela, uang dan yang lainnya. Marilah kita dasari persembahan kita dengan keyakinan dan kesadaran bahwa segala sesuatu adalah milik Tuhan, segala yang kita miliki adalah pemberian Tuhan dan Allah berkenan dengan hati yang tulus ikhlas, sehingga kita juga dapat mempersembahkan persembahan kepada Tuhan dengan rela dan tulus ikhlas. Dan marilah kita senantiasa berdoa kepada Tuhan supaya kita dimampukan untuk terus memliki sikap hati yang rela dan tulus disepanjang hidup kita, seperti doa Daud diakhir pujiannya ”Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu. Dan kepada Salomo, anakku, berikanlah hati yang tulus sehingga ia berpegang pada segala perintah-Mu dan peringatan-Mu dan ketetapan-Mu, melakukan segala-galanya dan mendirikan bait yang persiapannya telah kulakukan.” (ayat 18,19).

Liturgi unduh2

Liturgi Khusus Kebaktian unduh-unduh GKJ Minomartani 7 Juni 2009

(ket: Pdt=pendeta, M&A= majelis dan anak, J=jemaat)

1. Warta Jemaat

2. Panggilan Beribadah Mazmur 50:7-15

“Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu! Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku? Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu, sebab punya-Kulah segala binatang hutan, dan beribu-ribu hewan di gunung. Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku. Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya. Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum? Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi! Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” (selesai pembacaan jemaat diajak berdiri dan langsung disambut dengan intro lagu mazmur 65)

3. Prosesi masuk

Ketika intro mazmur 65 mulai, Majelis gereja dan pembawa persembahan masuk melalui pintu utama. •

PPJ menyanyikan kidung Mazmur 65:4 •

Semua jemaat bait 5

3 . 3 3 6 . 3 . 4 3 2 . 1 . 0 . / 2 . 3 2 1 . 7 . 6 . 0 : //

4) Dhuh andel-andel pitulungan,ing sagung pra bangsa

Purba wisesa lan Pangeran, ing alam sadaya, Pangwasa Tuwan mengku bumi

Dene Pangreh Tuwan Tansah kawuryan mring pra jalmi

Ing saenggen nggennya.

5) Sih Tuwan angayomi kula Siyang klayan ratri

Bumi rinoban ing berkahnya Tur anyrambahi

Mring manungsa lan sato kewan Sagunging pra titah

Sami den ingah dening Tuwan Ingkang mahamirah

Pdt : Tuhan, tanah kami Engkau pelihara dan Engkau beri hujan, Kau jadikan subur sehingga hasilnya berlimpah

J : Karena kebaikanMu Engkau jamin tunas-tunas bertumbuh subur dan berbuah

4. KJ 289:1,2 ‘Tuhan, Pencipta Semesta’

1) Tuhan Pencipta semesta, Kaulah Yang Mahamulia;

sungguh besar karunia, yang Kauberi.

2) KasihMu nyata terjelma, di sinar surya yang cerah,

di sawah dan tuaiannya, yang Kauberi.

M&A : Tuhan, kini kami datang membawa persembahan kami sebagai tanda syukur kami kepadaMu J : kiranya Tuhan    berkenan menerimanya

(anak-anak meletakkan persembahan yang dibawa di atas meja yang telah disediakan)

5. KJ 289:8,9 ‘Tuhan, Pencipta Semesta’

8) Pembrian kami s’lamanya, dari tanganMu asalnya;

yang Kauterima itulah, yang Kauberi.

9) Terima hormat dan sembah, terima hidup dan kerja

serta sekalian benda, yang Kau beri.

6. Votum dan Salam

Pdt : Pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, yang kasih setiaNya kekal selamanya.

Jemaat : Menyanyikan amin, amin, amin.

5 . 6 . / 5 . 6 . / 5 . 4 . / 3 . . .

A – min A – min A – min .

Pdt : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus kiranya ada pada saudara semua. J : amin. (Jemaat duduk)

7. PUJIAN KJ 322:1,3 Terang Matahari

1) Terang matahari, telah menyinari segala negri,

dan gunung dan padang dan sawah dan ladang, senang berseri.

3) Syukur bagi Dia, Gembala setia, yang jaga tetap.

Anug’rahNya jua, hariku semua, terang dan gelap.

8. Mawas diri Roma 12:1 9. Pujian ’Tetap Setia’ (dinyanyikan 2x)

Selidiki aku, lihat hatiku apakah ‘ku sungguh mengasihi-Mu Yesus

Kau yang maha tahu dan menilai hidupku tak ada yang tersembunyi bagi-Mu

reff :

t’lah kulihat kebaikan-Mu, yang tak pernah habis di hidupku

‘ku berjuang sampai akhirnya, Kau dapati aku tetap setia

10. Berita anugerah dan nasehat

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. Seperti ada tertulis: “Ia membagi-bagikan, Ia memberikan kepada orang miskin, kebenaran-Nya tetap untuk selamanya.” (2 Korintus 9:7-9)

11. Pujian  dari Pemuda wilayah 1

12. Doa Syafaat

13. Pemberitaan Firman

Selesai pembacaan perikop, jemaat menyambut dengan lagu haleluya

Kotbah 1 Tawarikh 29:10-19

Saat teduh 

Doa

14. Persembahan                                                              (oleh Penatua/Imam)

  1. Pengantar/panduan
  2. Tembang Dhandhanggula slendro pathet sanga yang mengumandangkan sukacita panen dan syukur : oleh salah seorang

(jemaat memberikan persembahan)

3. Doa persembahan                                            (Jemaat duduk)

15. Pujian  KJ 363:1,2 ’Bagi Yesus kuserahkan’ (Jemaat berdiri)

1)      Bagi Yesus kuserahkan hidupku seluruhnya;

hati dan perbuatanku, pun waktuku milik-Nya.

Bagi Yesus semuanya, pun waktuku milik-Nya.)2X

2)      Tanganku kerja bagi-Nya, kakiku mengikut-Nya;

mataku memandang Yesus; yang kupuji Dialah!

Bagi Yesus semuanya, yang kupuji Dialah!)2X

16. Pengakuan Iman Rasuli                                            (oleh Penatua/Imam)

17. Pengutusan dan berkat:

“Tuhan memberkati saudara dan melindungi saudara. Tuhan menyinari saudara dengan wajah-Nya, dan memberi                saudara kasih karunia. Tuhan menghadapkan wajah-Nya kepada saudara, dan memberi saudara damai sejahtera.”

Amin.

18. Pujian Akhir Ibadah KJ 408:1

Di jalanku ‘ku diiring, oleh Yesus, Tuhanku.

Apakah yang kurang lagi, jika Dia Panduku?

Diberi damai sorgawi, asal imanku teguh.

Suka duka dipakaiNya, untuk kebaikanku;

Suka duka dipakaiNya, untuk kebaikanku;

Narasi lilin adven 3

Masa Adven Ketiga

Perempuan :

Bulan bulat dalam purnama indah sekali, Alam  tebar  pesona, dalam senyum sang pujangga,

Panorama biru, indah dalam buaian kata, Desember, wangi nian aura cintamu

Kita telah memasuki minggu ketiga, bulan desember kanda

Penantian ini, adalah ciuman untuk bayi, yang kini siap lahir dari rahim cintamu

Lelaki

Purnama, adalah kesempurnaan asmara rahasia cinta dalam ayat-ayat Ilahi

Roh kehidupan, merekah dalam janji suci, Dinda, desember ini anak kita akan lahir

Oh indahnya cinta, ketika menjelma dalam diri manusia

Persiapankan kain lampin, perapian dan pelaminan

Biar bayi kita senantiasa tidur dalam dekapan kehangatan

Perempuan

Aku telah bersiap kanda, kerinduan akan lahirnya bayi itu

Bagitu rela aku mempersembahkan semua milikku

Bukankah kita sudah berjanji, kemesraan antara kita adalah bayi tercinta

Laki-perempuan bergantian

Bara cinta adalah puncak harapan, Bara cinta adalah jamahan kasih dua insan

Bara cinta adalah cakrawala, bara cinta adalah puisi pelangi

Perempuan:

Kanda, ingatlah di depan gereja tua, diantara rerimbunan pohon cemara ?

Sambil kau remas jemari tanganku, kau berkata: Kita ingin, anak kita menjadi putra harapan

Aku memang ingin hidup seperti bunda Maria : Ada Yesus sebagai buah tubuhnya

Anak perjanjian yang memberi harapan segenap pengharapan

Aku ingin, anak kita menjadi hari depan, menjadi putra harapan yang berguna untuk sesama

Menjadi putra yang peka terhadap penderitaan, menjadi putra yang rela berkorban untuk kebersamaan

Lelaki :

Aku ingin sebagai bapa Yosef, Bapa batu penjuru yang setia pada janji

Menghormati keabadian cinta, kasih sayang untuk sang putra

Bersama :

Desember  adalah bunga-bunga, sematkan di dada, Disitulah cinta bersemayam

T. Pudjo

Narasi lilin adven 2

Masa Adven Kedua

Jalan ini telah lama terkoyak, Kelelahan menanggung beban.

Perjalanan semakin kehilangan makna, Arah pandang semakin menebarkan duka.

Pepohonan itu telah lama lapuk,

Ranting-ranting meranggas, bunga-bunga layu,

Gugur membenam bumi yang pecah-pecah dan berbatu,

Alam seperti merana, Bumi kehilangan keindahan.

Anak-anak tak berbaju kepanasan, Badannya kerempeng,

perutnya buncit, Wajahnya pucat tak ada keceriaan.

Para perempuan mengais rejeki Diantara asap dan debu yang menyesakkan dada.

Gelap, semuanya serba kelam

Adakah tangis keprihatinan menyaksikan kerusakan bumi ini?

Mau apa kalau sudah demikian?

Bumi makin membutuhkan pertobatan, Bumi makin membutuhkan pengampunan.

Podo mratobata awit keratone Allah wus cedak

Bertobatlah kamu, kerajaan Allah sudah dekat

Adalah perintah surgawi yang menggetarkan jiwa-jiwa nestapa

Bertobatlah kamu! Sambutlah suara itu,

Suara seorang utusan Pembuka jalan untuk kemenangan umat manusia,

Di sana dosa akan terlumpuhkan.

Suara itu akan terus menyeruak, membedah relung-relung kalbu.

Jadikan suara itu spirit di setiap detak langkah kehidupan.

Podo mratobata awit keratone Allah wus cedak

Bertobatlah kamu !!!

(Thomas Pudjo W)

liturgi minggu 1

LITURGI IBADAHMINGGU I

GKJ

  1. WARTA JEMAAT
  2. PUJIAN                                                                     jemaat berdiri
  3. VOTUM DAN SALAM

Pdt : Pertolongan kita adalah di dalam nama Tuhan yang menjadikan langit dan bumi,

yang kasih setiaNya kekal selama-lamanya.

Jemaat : Menyanyikan amin, amin, amin.

5   .   6   .   /   5   .   6   .   /   5   .   4   .   /   3   .   .   .

A   -  min      A   -  min      A        -         min .

Pdt      : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus kiranya ada pada saudara.

Jemaat dipersilahkan duduk

4. PUJIAN

5. NASEHAT KASIH DAN PENGAKUAN DOSA

6. PUJIAN

7. BERITA ANUGERAH DAN PETUNJUK HIDUP BARU

8. PUJIAN KESANGGUPAN                                                 (Jemaat berdiri)

9. DOA SYAFAAT

10. PERSEMBAHAN                                                    (oleh Penatua/Imam)

Nats pembimbing

Pujian

Doa persembahan dan pelayanan firman

11. PEMBERITAAN FIRMAN

Pembacaan Firman diakhiri dengan seruan :

yang berbahagia adalah setiap orang yang mendengar firman dan melakukannya. Haleluya/Hosiana.

Jemaat menyambut dengan lagu haleluya/Hosiana.

Kotbah

Saat teduh dan Doa

12. PUJIAN                                                                     (Jemaat berdiri)

13. PENGAKUAN IMAN RASULI                             (oleh Penatua/Imam)

14 . PENGUTUSAN DAN BERKAT:

Pdt      : Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dari Tuhan Yesus kristus serta

persekutuan dengan   Roh Kudus menyertai saudara.

15.   PUJIAN AKHIR IBADAH

Itu kan kulitnya

Suatu hari ada seorang ibu yang datang dari luar kota ke Yogyakarta. Tiba saatnya jam makan, maka makanlah si ibu ini di sebuah warung makan. Kebetulan di warung makan itu hanya sayur brongkos yang ada. Karena sudah laper maka apapun lauknya ibu ini mau. Begitu makanan di hidangkan ibu ini agak kaget karena ada kulit melinjo di piringnya. Di desanya kulit melinjo itu tidak dipakai untuk sayur, biasanya dibuang saja. Maka, ibu ini pun gak mau makan. Penjualnya bertanya, lho Bu kok gak jadi makan? jawab ibu ini “masak saya jauh-jauh ke Yogya disuruh makan kulit melinjo? Yang bener aja”. Penjualnya terperanjat dan bertanya dalam hati “ini yang ndeso siapa ya?”

Pokok anggur

Yesus pokok dan kitalah carangnya tinggalah di dalamnya 3 X

pastilah kau akan berbuah.

Demikianlah penggalan lagu sekolah minggu yang terinspirasi dari Yohanes 15, tepatnya ayat yang ke 5 “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barang siapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”. Dari ayat ini kita dapat membayangkan apa jadinya jika sebatang ranting lepas dari batang pokok. pastilah ia akan layu lalu kering. Ini menjadi gambaran orang kristen. Jika ia lepas dari pokok anggur yaitu Kristus, pastilah ia juga akan layu lalu kering. ia tidak akan berbuah.

rindukah kita untuk berbuah bahkan berbuah banyak dalam hidup ini? Ini resepnya, jangan kita lepas dari sang pokok anggur.

kr.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.